
Soe,-Interpolbhayangkara.com – Polce Paulus Nope Taifa, mantan Kepala Desa Kuatae, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bencana longsor yang melanda desa kuatae . Dalam wawancara dengan media di lokasi longsor, Rabu (26/03/2025), ia mengajak pemerintah untuk mempertimbangkan relokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih dekat dengan fasilitas umum agar anak-anak sekolah tetap terjangkau.
“Untuk sementara ini, kita mau lihat memang tidak bisa layak lagi untuk kita tempati di sini karena erosi tanah longsornya sudah cukup jauh lebarnya. Dari timur ke barat saja dia kurang lebih 1 kilometer lebarnya longsor itu,” ungkap Polce.
Polce menekankan pentingnya relokasi untuk memudahkan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bagi warga terdampak. “Kalau bisa keluarga yang kena bencana longsor direlokasi satu tempat saja, sehingga pemerintahan, pendidikan, kesehatan mudah berjalan. Anak-anak masih sementara sekolah. Kalau relokasi di tempat yang jauh, dong, mau datang di sekolah itu nanti jaraknya jauh. Pada akhirnya, anak-anak bisa terlantar,” jelasnya.
“Relokasi kalau dekat akan lebih bagus karena orang tua mereka bisa beternak dan berkebun lebih mudah,” tambahnya.
Polce mengungkapkan rasa syukurnya atas tanggapan darurat yang sudah diberikan oleh pemerintah dengan mengungsikan warga ke GOR Nekmese Soe. Namun, ia mengharapkan bantuan dari pemerintah dapat terus berlanjut dan menjangkau semua warga terdampak.
“Saya lihat ini baru mungkin LSM yang memberikan bantuan. Sedangkan dari pemerintah sementara juga masih terbatas bantuannya. Tapi diharapkan ke depan semoga pemerintah lancar sehingga semua masyarakat dapat terbantu dengan baik. Mereka tinggal nyaman, tidur nyaman, makan kenyang, aman. Jangan sampai satu dua minggu masyarakat sudah mengeluh,” harap Polce.
Polce juga memberikan pesan untuk warga yang mengalami pasca bencana agar tetap beriman dan melakukan refleksi diri.
“Untuk pesan saya untuk masyarakat yang mengalami pasca bencana, juga harus dengan hati yang terbuka mau melihat peristiwa ini dengan iman,” ungkap Polce. “Dan juga kembali mengevaluasi diri selama ini ada hal-hal yang bersifat merusak tanah atau misalnya ada tidak aktif kerohanian. Ya harus mulai membuka diri untuk dekat dengan Tuhan sehingga hidup ke depan lebih baik.”