April 4, 2025

Soe,-INTERPOLBHAYANGKARA.COM – Nasib warga Desa Kuatae, TTS, yang rumahnya hancur akibat longsor beberapa waktu lalu, masih menggantung.  Bukan hanya kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, mereka juga dihadapkan pada beban angsuran bank yang terus berjalan.  Upaya konfirmasi ke pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Soe terkait keringanan atau restrukturisasi kredit justru menemui jalan buntu.

Pada Selasa (26/3/2025), wartawan yang telah mengikuti prosedur resmi di kantor BRI Soe hanya mendapat jawaban singkat dari sekretaris pimpinan cabang:  “Bapak Pimcab sementara zoom , jadi kalau bisa nanti besok baru datang saja.”  Jawaban tersebut menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar di tengah penderitaan warga.

Semuel Isu, salah satu korban longsor yang kini mengungsi di GOR Nekmese Soe, mengungkapkan kekhawatirannya.  “Ini kami sudah kena musibah, tapi kami masih terbeban dengan angsuran di bank.  Tempat tinggal dan usaha kami sudah hancur semua,” ujarnya dengan nada cemas.  Ia juga khawatir dengan masa depan pendidikan anak-anaknya jika harus pindah ke lokasi relokasi yang jauh dari sekolah.

Kondisi di pengungsian memang memprihatinkan.  Puluhan rumah rusak parah, warga kehilangan sumber pendapatan, namun kewajiban finansial tetap menanti.  Minimnya respons dari BRI Soe semakin menambah beban psikologis mereka.  Selain masalah keuangan, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pendidikan anak-anak juga menjadi tantangan besar.

Warga berharap adanya kebijakan meringankan dari BRI Soe, seperti restrukturisasi kredit atau penundaan angsuran.  Kejelasan lokasi relokasi yang tidak mengganggu pendidikan anak-anak juga menjadi tuntutan mereka.  “Kami hanya berharap ada kebijakan yang bisa meringankan beban kami,” pinta Semuel.

Ketidakhadiran pimpinan BRI Cabang Soe saat dimintai konfirmasi, dengan alasan “zoom”, menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan akan komitmen bank dalam membantu nasabahnya yang tertimpa musibah.  Kejelasan dan tindakan nyata dari pihak BRI sangat dinantikan untuk meringankan penderitaan warga yang telah kehilangan segalanya.  Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BRI Soe terkait hal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *